Minahsmk1

Follow by Email

If you like Articles on this blog, Please subscribe for free via email.

Powered by Blogger.

Program Studi Agroteknologi (Pertanian)

Program Studi Agroteknologi- Dari penjelasan yang begitu dalam tentang Agroteknologi yang saya tulis dahulu, mungkin banyak dari pembaca ingin tahu bagaimana untuk mengetahui dan mengambil Program Studi Agroteknologi dibidang Pertanian. Nah, semoga yang saya tulis dibawah ini menjadi panduan dari Program Studi tersebut demi pengetahuan dan ilmu  yang ingin dimiliki. Akan saya jelaskan dari tujuan hingga karir kedepan dan mungkin bisa menjadi wadah usaha dimasa depan nanti.
Program Studi Agroteknologi

Tujuan Pendidikan Perkuliahan Agroteknologi Pertanian
Pembahasan Agroteknologi Tanah bertujuan untuk menghasilkan mahasiswa lulusan yang dapat mengembangkan ilmu dan teknologi untuk pemanfaatan bahan alami tanah contohnya bahan organik, zeolit, kapur, batuan fosfat, guano, sluge, dan lain sebagainya. Harapannya mahasiswa dapat mengatasi faktor-faktor penghambat pada tanah-tanah bermasalah contohnya tanah sulfat masam, tanah gambut, tanah kritis, tanah bekas tambang, dan lain-lain agar dapat meningkatkan produksi pertanian dan perbaikan lingkungan sekitar dan bumi kita.
Program Studi Agroteknolog


Mahasiswa diharuskan benar-benar tahu secara matang bahwa Agroteknologi berasal dari dua kata yaitu agro dan teknologi. Agro berasal dari agronomi dan artinya ilmu yang mempelajari gejala atau fenomena dalam hubungannya dengan perkebunan dan pertanian serta teori dan praktek dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman.

Teknologi berkaitan erat dengan Ilmu Pengetahuan Alam yang biasa disebut Sains dan perekayasaan atau engineering. Sains menjurus pada pemahaman kita melalui dunia nyata sekitar kita, dapat diartikan bahwa ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Dalam perkembangannya sains merupakan sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Sudah terbukti bahwa Negara yang sainsnya baik atau kuat sangat maju dalam persaingan global dan akhirnya lebih maju dan berhasil meningkatkan keharmonisan rakyatnya. Hubungannya dengan harmonis apa? Ada salah satu pembaca mau berkontribusi dalam hal ini, karena bahagia menurut saya sudah didominasi hubungannya dengan hati dan fikiran. Selanjutnya rekayasa menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya).

Berdasarkan uraian sederhana tersebut di atas maka agroteknologi adalah sains dan perekayasaan dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman untuk mendapatkan perubahan yang lebih maju dan baik.



Kegunaan dan Fungsi Agroteknologi
Dengan dibukanya Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, dapat terjadi perkembangan dasar dalam merancang dan mempraktekannya kurikulum berbasis kompetensi atau biasa disebut KBK. Dalam isi kurikulum menjadi sangat berkembang dengan melibatkan ilmu-ilmu tanah dengan Agroteknologi, ilmu-ilmu budidaya pertanian Agroteknologi, serta ilmu-ilmu hama dan penyakit tanamandengan porsi kurang lebih hampir sama, sehingga kurikulum menjadi bersifat lebih umum dan general. Dari survei stakeholders yang lalu, seharusnya kompetensi yang seperti inilah yang dikehendaki pada dasarnya. Implementasi isi kurikulum tersebut berlangsung hingga semester lima dan enam, serta dilanjutkan dengan pemilihan minat. Minat yang disediakan sesuai dengan Program Studi yang ada sebelumnya yaitu: Ilmu Tanah Agro teknologi, Ilmu Budidaya Pertanian Agroteknologi, dan Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman (Agroteknlogi).
Program Studi Agroteknologi 


Prospek Kerja Program Studi Agroteknologi:

Lulusan program studi Agroteknologi Fakultas pertanian dapat bekerja sebagai:
  1. Pengusaha atau pelaku bisnis pada komoditas perkebunan, pangan, hortikultura, dan atau kehutanan.
  2. Pengusaha atau pelaku bisnsi pada bidang perbenihan, pupuk, pestisida, sarana produksi pertanian lainnya, usaha industri rumah tangga berbasis pangan, dll.
  3. Konsultan profesional di sektor pertanian/perkebunan.
  4. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal)
  5. Badan Pertanahan Nasional (BPN).
  6. Fasilitator pemberdaya masyarakat (LSM) dalam bidang agribisnis/pertanian.
  7. Perkebunan-perkebunan baik pemerintah dan swasta.
  8. Industri perbenihan, pupuk dan pestisida nasional dan multinasional.
  9. Kementerian pada Pemerintah Pusat dan berbagai badan dan pusat penelitiannya (Penelitian dan Pengembnagan/Litbang).
  10. Pemerintahan Daerah (Pemda) dengan dinas-dinas teknisnya.
  11. Lembaga pembiayaan seperti bank-bank pemerintah dan swasta.
  12. Akademisi dan peneliti di Perguruan Tinggi ataupun lembaga riset (pemerintah ataupun swasta), industri pangan, pakan, farmaka dan biodiesel.
Previous
Next Post »

Silahkan tuliskan komentar sobat dan mohon jangan menampilkan link aktif

 
Back To Top